Selasa, 19 Desember 2017

7 Tempat Wisata Eksotik Di Jawa Barat Ini Masih Jarang Diketahui Orang, Mampir Yuk

Provinsi Jawa Barat terkenal dengan kesejukan alamnya yang terkenal alami dan masih terjaga keasriannya. Provinsi yang berada di jalur cincin api pasifik dan dikelilingi gunung berapi aktif ini kerap disebut Bumi Parahyangan atau " Tempat Tinggal Para Dewa " karena memiliki keindahan mulai dari pegunungannya hingga bentangan pasir pantainya. Jawa Barat juga menawarkan banyak tempat-tempat indah yang masih belum banyak orang tahu. Jika anda berencana untuk berlibur ke Jawa Barat berikut ini 7 destinasi wisata eksotis yang masih jarang diketahui orang.

1. Menikmati Suasana Danau Situ Gunung Yang Damai, Sukabumi.



Terletak di kaki Gunung Gede terletak harta karun terpendam yang pastinya bakal disukai oleh orang-orang yang sudah jenuh akan hiruk-pikuk kota besar. Hanya empat jam perjalanan baik dari Jakarta maupun Bandung, Situ Gunung termasuk dalam kawasan Taman Nasional Gunung Gede Pangrango yang sangat luas. Dengan luas beberapa ratus meter, mendayung perahu mengitari danau ini membutuhkan usaha ekstra. Saking jarangnya orang yang berwisata di tempat ini, Anda tak perlu mengunjunginya saat hari kerja untuk menghindari kerumunan turis. Kalau enggan meninggalkan tempat nan menawan ini, Anda juga dapat menyewa beberapa vila yang terdapat di sekitarnya. Jika ingin lebih mendekatkan diri dengan alam, di sini terdapat pula area perkemahan tempat Anda bisa melewatkan malam di dalam tenda ditemani suara-suara serangga dan hembusan angin. Tapi pastikan untuk memberitahu petugas jaga demi alasan keselamatan.




2. Menjelajahi Kelok Jalanan Berlatarkan Permadani Hijau Di Pengalengan, Bandung.


Selain Ciwidey yang terkenal dengan Situ Patengan dan Kawah Putihnya, di bagian selatan Bandung sebetulnya masih ada destinasi lain yang tak kalah sejuk dan cantik, yaitu Pangalengan. Selain Ciwidey yang terkenal dengan Situ Patengan dan Kawah Putihnya, di bagian selatan Bandung sebetulnya masih ada destinasi lain yang tak kalah sejuk dan cantik, yaitu Pangalengan. Di sini Anda bisa mengitari danau dengan perahu, namun kalau ingin mencoba yang lain, ada juga Jembatan Cinta. Bukan cuma itu saja, di Pangalengan Anda juga bisa berkunjung ke perkebunan teh Malabar untuk mempelajari proses produksi teh dari mulai penanaman hingga ke pengemasan, lalu lanjut berziarah ke makam tuan tanah nan dermawan yang mendedikasikan hidupnya untuk Bandung, yaitu Karel Albert Rudolf Bosscha. Perkebunan teh yang berbukit-bukit sejauh mata memandang tampak seperti hamparan permadani hijau. Rasanya sayang kalau pemandangan indah ini tidak diabadikan lewat kamera. Perjalanan menuju ke tempat ini pun tak kalah memukau. Jalanan aspal yang mulus dan berkelok-kelok tentunya memberikan kenikmatan tersendiri saat berkendara.



3. Jelajah Green Canyon Yang Eksotis Dengan Menyusur Sungai di Cukang Taneuh, Pangandaran.





Sebutan Green Canyon sendiri awalnya dipopulerkan oleh wisatawan asal Prancis, karena ngarai bernama Cukang Taneuh (yang artinya Jembatan Tanah) ini mengingatkan akan Grand Canyons yang ada di Arizona, namun berwarna hijau. Setelah pelampung terpasang rapi, maka petualangan menyusuri aliran sungai berkelok di antara tebing hijau ini pun dimulai. Di kanan-kiri Anda tampak aneka tumbuhan hijau menghiasi dinding-dinding batu yang terpahat secara alami sejak bertahun-tahun lalu. Di ujung perjalanan, Anda dapat turun dari perahu dan memanjat ke tumpukan batu-batu besar. Di sinilah petualangan yang sesungguhnya dimulai! Dari situ Anda bisa terjun bebas ke sungai yang mengalir di antara Green Canyon, dan biarkan aliran airnya membawa Anda melalui beberapa rintangan yang menantang. Setiap sudut sungai ini menyimpan kejutan dan keseruan tersendiri. Puas menyusuri sungai di tengah hutan ini selama kurang lebih satu jam, Anda dapat beristirahat sejenak di tepian sambal menikmati sajian tradisional yang menggugah selera, seperti nasi bakar ayam yang dibungkus daun pisang, serta melepas dahaga dengan meneguk segarnya air kelapa muda. Petualangan menyenangkan ini pun diakhiri dengan kembali naik perahu menuju hilir sungai yang bermuara di laut selatan, sembari menatap indahnya matahari tenggelam di cakrawala.


4. Uniknya Fenomena Alam Curug Batu Templek, Bandung.

Anda mungkin akan kesulitan mencari tahu cara menuju Curug Batu Templek jika bertanya pada warga Kota Bandung. Meskipun curug ini tidak sulit untuk dicapai, namun lokasinya yang berada di kawasan penambangan batu alam menjadikan nama Curug Batu Templek masih asing di telinga. Sebagai fenomena geologi yang langka, Curug Batu Templek sebetulnya merupakan retakan kecil dari lempeng bumi, yang terbentuk akibat pergerakan tektonis. Sehingga menyebabkan keluarnya air dari sela-sela bebatuan. Waktu yang tepat untuk mengunjungi curug ini adalah pada musim hujan (biasanya antara bulan September dan Maret) ketika aliran air cukup deras dan berwarna kecoklatan, sehingga menampilkan keunikan tersendiri. Karena jalan menuju Curug Batu Templek berupa jalan setapak yang tidak terlalu besar, cara terbaik untuk mengunjunginya adalah dengan kendaraan roda dua. Setelah melewati para pengrajin batu alam di Pasar Impun, Anda masih harus melalui beberapa tanjakan. Begitu tiba di atas bukit, panorama Bandung Timur yang spektakuler bisa Anda lihat. Jangan kaget kalau Anda jadi satu-satunya pengunjung di sini! Sementara itu sayup-sayup di kejauhan terdengar suara percikan air yang menandakan bahwa lokasi curug tersebut sudah dekat.


5. Misteri Piramida di Situs Megalitikum Gunung Padang, Cianjur.

Di lintasan gunung berapi di kawasan Cianjur terdapat sebuah penemuan besar yang sukses mengubah sejarah peradaban masa lalu. Ketika reruntuhan candi ditemukan di bukit setinggi 100 meter ini, awalnya semua orang menganggap itu hal biasa. Namun 20 tahun lalu barulah diketahui bahwa candi tersebut bukan berdiri di atas bukit, melainkan di sebuah piramida buatan manusia yang terkubur oleh tanah! Dari uji karbon, disimpulkan bahwa batu-batuan yang digunakan untuk membangun piramida ini diperkirakan telah berusia antara 9.000 hingga 20.000 tahun silam, atau 6.000 tahun sebelum Raja Tut membangun piramida-piramida di Mesir – dan menjadikannya sebagai piramida tertua di dunia. Meski hingga saat ini bermacam penelitian sejarah masih berlangsung, namun Gunung Padang telah dibuka untuk umum. Untuk menuju puncaknya dibutuhkan waktu daki selama 20 menit melalui jalan setapak. Di teras pertama dan yang paling luas, pengunjung akan disambut oleh sebuah pohon besar. Makin ke atas hingga menuju puncak, ukuran teras kian mengerucut sebagai simbol hierarki masyarakat di masa lalu. Saat Anda berdiri di tengah-tengah tempat pemujaan purbakala yang dikelilingi oleh gunung berapi, pepohonan hijau, serta suasana yang begitu tenang, maka pikiran Anda pun akan terlena membayangkan kehidupan di masa pra-sejarah sambil melihat pemandangan nun jauh di  bawah sana.


6. Berpetualang Dengan Reptil Purba di Pulau Biawak, Indramayu.


Anda tentu sudah familiar dengan Pulau Komodo di mana reptil purba raksasa komodo hidup berkeliaran dengan bebas. Tapi tahukah Anda kalau tak terlalu jauh dari Jakarta, tepatnya di pesisir utara Indramayu juga terdapat sebuah pulau yang banyak dihuni oleh kadal raksasa? Seperti namanya, Pulau Biawak merupakan habitat alami satwa liar biawak. Dulunya pulau ini tertutup untuk umum karena dijadikan lokasi penelitian milik pemerintah. Namun kini, asalkan berani, Anda bebas untuk menjelajahi setiap jengkalnya.Begitu perahu merapat di pantai Pulau Biawak yang berpasir putih, Anda akan langsung disambut oleh megahnya mercusuar kuno setinggi 65 meter yang sudah ada sejak jaman Belanda. Sungguh pemandangan yang luar biasa! Anda dapat naik ke puncak mercusuar tersebut melalui tangga berputar untuk melihat seluruh bagian pulau. Tak hanya di daratan saja, pemandangan alam bawah laut sekitar Pulau Biawak  pun tak kalah cantiknya. Dan Anda dapat menikmati indahnya bunga karang dan ikan-ikan beraneka warna  tersebut sambil snorkeling. Kalau Anda cukup bernyali, cobalah jelajahi hutan bakau yang terdapat di pulau ini, siapa tahu  dapat bertemu langsung dengan “sepupu” komodo yang sedang melintas di sela-sela pepohonan. Meskipun tak seagresif komodo, namun biawak dewasa dapat tumbuh sepanjang tiga meter dan juga bisa menggigit! Dan ingat, apabila berpapasan dengan mereka, waspadailah sabetan ekornya, karena itu adalah senjata yang mereka gunakan jika merasa terancam.


7. Atraksi Ribuan Kelelawar Yang Memenuhi Langit Senja di Pantai Puncak Guha, Garut.



Kalau mendengar kata ‘pantai’, mungkin yang ada di benak Anda adalah ombak biru yang bergulung menghempas ke pasir putih diiringi lambaian pohon kelapa di sekitarnya. Namun tidak demikian adanya di Pantai Puncak Guha. Berjarak 10 menit dari Pantai Rancabuaya, di pesisir selatan provinsi Jawa Barat, Puncak Guha merupakan tempat yang wajib dikunjungi oleh para pecinta pantai.  Semenanjung kecil berupa tebing yang berbatasan langsung dengan lautan ini dianggap sebagai salah satu tempat terbaik di kawasan ini untuk melihat sunset. Alasan lain Anda wajib singgah di Pantai Puncak Guha adalah pertunjukan ratusan kelelawar yang beterbangan keluar dari gua di bawah tebing saat matahari mulai tenggelam. Bahkan dalam novel laris Perahu Kertas, Dewi ‘Dee’ Lestari pun sempat menggambarkannya pemandangan tak terlupakan ini: “…terpana melihat ratusan kelelawar yang tiba-tiba mengepak bersamaan dari bawah tebing, membentuk segomplok awan hitam yang sejenak memenuhi langit”. Kunjungilah tempat ini beberapa jam sebelum matahari terbenam dan nikmati panorama indah perbukitan hijau yang membingkai laut lepas.

Jika anda berencana berwisata ke tempat tersebut saat ke Kota Bandung anda bisa menghubungi kami Oketrans Rentcar. Jasa sewa Mobil plus Supir di Bandung, kami siap mengantar anda ke berbagai tempat wisata terkenal dan kekinian di Bandung. Armada kami banyak pilihannya jadi jangan ragu lagi untuk hubungi kami di 0852 3116 4042 melalui telp / whatsapp.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Liburan Ke Bandung? Belum Lengkap Jika Anda Tak Membeli 7 Oleh Oleh Khas Bandung Ini

Bandung yang dijuluki Paris Van Java atau kota mode di Pulau Jawa ini memang menjadi salah satu kota yang paling diminati wisatan lokal dan ...